ELEKTRONIK FUEL INJECTION
1. Pengertian Electronic Fuel Injection
Efi
adalah sisitem injeksi yang menggunakan elektronis atau sisitem injeksi
elektronis. Sistem ini langkah maju dari sistem karburator yang menggunakan
sistem injeksi mekanis. Firstiawan (2010) menyimpulkan bahwa “eletronic Fuel
Injection (EFI) adalah teknologi pengontrolan penginjeksian bahan bakar yang
berkembang saat ini pada mesin bensin menggantikan karburator”. Ifan (2011)
menarik kesimpulan tentang definisi EFI pada kutipan berikut, Sistem bahan
bakar tipe injeksi merupakan langkah inovasi yang sedang dikembangkan untuk
diterapkan pada sepeda motor.
Tipe
injeksi sebenarnya sudah mulai diterapkan pada sepeda motor dalam jumlah
terbatas pada tahun 1980-an, dimulai dari sistem injeksi mekanis kemudian
berkembang menjadi sistem injeksi elektronis. Sistem injeksi mekanis disebut
juga sistem injeksi kontinyu (K-Jetronic) karena injektor menyemprotkan secara
terus menerus ke setiap saluran masuk (intake manifold). Sedangkan sistem
injeksi elektronis atau yang lebih dikenal dengan Electronic Fuel Injection (EFI),
volume dan waktu penyemprotannya dilakukan secara elektronik. Sistem EFI kadang
disebut juga dengan EGI (Electronic Gasoline Injection), EPI (Electronic Petrol
Injection), PGM-FI (Programmed Fuel Injenction) dan Engine Management.
Penggunaan
sistem bahan bakar injeksi pada sepeda motor komersil di Indonesia sudah mulai
dikembangkan. Salah satu contohnya adalah pada salah satu tipe yang di produksi
Astra Honda Mesin, yaitu pada Supra X 125. Istilah sistem EFI pada Honda adalah
PGM-FI (Programmed Fuel Injection) atau sistem bahan bakar yang telah
terprogram. Secara umum, penggantian sistem bahan bakar konvensional ke sistem
EFI dimaksudkan agar dapat meningkatkan unjuk kerja dan tenaga mesin (power)
yang lebih baik, akselarasi yang lebih stabil pada setiap putaran mesin,
pemakaian bahan bakar yang ekonomis (iriit), dan menghasilkan kandungan racun
(emisi) gas buang yang lebih sedikit sehingga bisa lebih ramah terhadap
lingkungan. Selain itu, kelebihan dari mesin dengan bahan bakar tipe injeksi
ini adalah lebih mudah dihidupkan pada saat lama tidak digunakan, serta tidak
terpengaruh pada temperatur di lingkungannya.
Edie
(2011) menarik kesimpulan tentang definisi EFI pada kutipan berikut, Sistem
Electronic Fuel Injection ( EFI) mulai dikembangkan oleh Toyota sejak tahun
1971, tahap-tahap itu masih bertaraf percobaan. Baru pada tahun 1981 pertama
kali diterapkan pada mesin Toyota Crown. Sebelum itu beberapa mobil Eropa
memang sudah menggunakan cara injeksi bahan bakar. Namun cara yang digunakan
berbeda dengan yang sekarang sangat populer dengan istilah EFI.
EFI
yang dikendalikan oleh ECU (Electronic Control Unit) - sangat membutuhkan
campur tangan sistem elektronik. Secara singkat dapat dijelaskan bahwa, di saat
kaki pengemudi menekan pedal gas maka sensor air flow meter, akan mengirimkan
sinyal ke EFI-ECU. Setelah data tersebut diolah, ECU memerintahkan agar
injektor mengirimkan sejumlah bahan bakar sesuai banyaknya udara yang dikirim
lewat air flow meter. Air flow meter adalah sebuah peralatan yang terletak pada
tempat dimana dipasangkan "karburator" pada mobil yang menggunakan
karburator.
Edie (2011) menarik kesimpulan tentang definisi
EFI multiport pada kutipan berikut, Saat ini yang banyak digunakan adalah cara
kerja multi port, karena penyemprotan yang langsung ke intake port. Untuk
mendapatkan pembakaran yang paling ideal maka dibutuhkan pertama campuran bahan
bakar dan udara yang homogen dan kedua saat pengapian yang tepat. Pada mesin
mobil yang dilengkapi dengan EFI, bahan bakar dan udara diatur sebaik-baiknya
oleh perangkat elektronik yang dinamakan Electronic Control Unit. Begitu kaki
Anda menekan pedal gas, air flow meter akan mengirimkan sinyal ke ECU. ECU akan
mengelolah data kemudian memerintahkan/mengatur berapa banyak bahan bakar yang
perlu disemprotkan ke depan intake port setiap silinder, dan sudah dalam bentuk
kabut serta di langkah isapnya mesin. Letak injektor yang tepat di depan
saluran masuk ke ruang bakar mesin, membuat bahan bakar dan udara yang sudah
bercampur menjadi homogen langsung terisap kedalam ruang bakar.
PRINSIP
SYSTEM KONTROL EFI
System
yang digunakan pada electronic fuel injection terbagi atas sensor-sensor dan
actuator. Sensor-sensor merupakan informan atau pemberi informasi tentang
kondisi-kondisi yang berkaitan dengan penentuan jumlah bahan bakar yang harus
diinjeksikan. Pemberian informasi dapat berupa sinyal analog ataupun digital.
Sensor-sensor yang mengirim informasi dalam bentuk analog seperti misalnya TPS
(Throttle Position Sensor dan mass air flow). Sedangkan actuator merupakan
bagian/komponen yang akan diperintah oleh ECU dan perintah dapat berupa analog
ataupun digital. Pemberian perintah berupa analog diberikan pada pompa bensin
elektrik dan lampu engine kontrol. Sedangkan pemberian perintah berupa sinyal
digital diberikan pada injector, coil pengapian, katup pernapasan tangki,
pengatur idle, pemanas sensor lamda dan steeker diagnosa.
2. Kelebihan Electronic Fuel Injection
Beberapa
tahun terakhir ini, telah banyak pabrikan kendaraan mengaplikasikan teknologi
injeksi bahan bakar di setiap produknya. Beberapa produsen otomotif memberi
namanya macam-macam dan memberi kesan canggih, namun tetap bersistem kerja
injection. Lantas, apa kelebihan sistem ini jika dibandingkan dengan karburator
?.Teknologi EFI (Electronic Fuel Injection) sebenarnya tidak dapat dikatakan
sebagai teknologi yang terbaru, karena teknologi ini sudah diterapkan beberapa
tahun lalu. Dan EFI sebenarnya baru diterapkan pada kendaraan keluaran
dasawarsa 1990-an.Sebagaimana dijelaskan Achmad Rizal R, seorang yang mengerti
tentang product planning, penggunaan EFI saat itu masih terbatas pada jenis
sedan (passenger car). Baru di akhir 1990-an dan awal 2000, kendaraan tipe
minivan seperti Kijang atau SUV ikut mengadopsi. Pada era sekarang istilah EFI
mulai memperoleh saingan: PGM-FI, EPFI, ECFI, T-DIS, VVT-i, i-VTEC, MIVEC,
VANOS, Valvetronic, dan sebagainya.Istilah-istilah itu kemudian diangkat oleh
para pabrikan mobil sebagai salah satu nilai jual produk mereka.
Teknologi
EFI sebetulnya erat kaitannya dengan sistem manajemen engine (SME). Engine di
sini bukan dalam arti mesin, terjemahan dari kata machinery, melainkan motor
bakar. Di sinilah bahan bakar minyak (BBM) dicampur dengan udara untuk
menghasilkan gaya gerak yang membuat mobil bisa melaju.SME muncul seiring
dengan menipisnya persediaan bahan bakar minyak sehingga menuntut engine yang
semakin efisien tanpa kehilangan kinerja yang dihasilkannya.Selain itu juga
adanya tuntutan untuk memperbaiki kualitas lingkungan hidup, terutama akibat
polusi udara.
Oleh
karena tuntutan itu, para ahli engine di setiap perusahaan otomotif dan
perusahaan konsultan rekayasa setiap hari berusaha menemukan cara meningkatkan
efisiensi engine yang ada.Untuk mencapai tujuan itu, para pabrikan
berlomba-lomba mencari dan menerapkan banyak teknologi baru. Mulai dari
peralatan dan perlengkapan yang digunakan untuk mendesain engine, pencarian dan
penggunaan material baru, terobosan dalam proses produksi, dan yang terpenting,
campur tangan kontrol elektronik dan komputer untuk mengatur kinerja engine dan
peralatan pendukungnya.Engine yang ideal membakar jumlah bahan bakar sesuai
dengan kebutuhan serta menyalakan busi pada saat yang tepat sesuai dengan
kondisi operasi. Dari sini didapatkan efisiensi pemakaian bahan bakar yang
optimal pada setiap kondisi operasi dari engine.
Kondisi
ini akan menghasilkan emisi gas buang lebih baik.Sebelum muncul sistem EFI,
untuk mencampur bahan bakar dengan udara digunakan karburator. Dalam karburator
ini bahan bakar dikabutkan sebagai akibat dari isapan vakum dari venturi.
Proses ini mirip semprotan obat nyamuk bertipe pompa. Namun, sebagai alat yang
murni mekanikal, karburator punya keterbatasan sehingga hanya efektif pada
daerah operasi tertentu. Sehingga karburator dirancang efektif untuk engine putaran
tinggi alias mobil sport. Jadi, tidak cocok untuk dipasang pada mobil minivan
yang lebih mementingkan torsi dan tenaga di putaran bawah dan
menengah.Begitupun dengan sistem pengapian, arus listrik dari ignition coil
disalurkan ke masing-masing busi melalui distributor.
Di
sini terdapat mekanisme untuk memajukan atau memundurkan waktu pengapian agar
sesuai dengan kondisi engine, yang merupakan gabungan dari vacuum advancer dan
centrifugal advancer. Namun, sebagaimana karburator, sistem distributor konvensional
ini juga punya keterbatasan, karena hanya optimum pada daerah operasi yang
terbatas sesuai dengan karakteristik engine. Mengingat keterbatasan sistem
mekanis itu, para perekayasa berusaha menggabungkan sistem mekanis dengan
kontrol elektronik. Gunanya agar
diperoleh
fleksibilitas yang lebih dalam daerah operasinya sehingga menghasilkan engine
dengan kinerja optimum dalam daerah operasi yang lebih luas. Lahirlah apa yang
disebut SME tadi.SME kemudian menjadi perlengkapan wajib bagi mobil-mobil modern.
Karena merupakan komponen penting, para pabrikan membungkusnya dalam nama yang
berbeda dari pabrikan lain. Toyota dan Daihatsu memberi nama Electronic Fuel
Injection alias EFI, sedangkan nama Bosch Motro-nic dipakai oleh BMW dan
Peugeot.
Kelebihan
Motor injection
1.Campuran
udara dan bensin selalu akurat (perbandingan ideal) pada semua tingkat putaran
mesin.
Pada
motor injeksi, volume penyemprotan bensin selalu akurat karena dikontrol oleh
ECU sesuai dengan masukan sensor-sensor yang bertebaran di sekujur mesin.
Seperti sensor rpm, jumlah udara masuk, posisi katup gas hingga kondisi cuaca
di sekitar mesin. Bahkan pada kondisi pengendaraan tertentu seperti percepatan,
deselerasi dan beban tinggi, ECU mampu mengontrol perbandingan bensin dan udara
tetap ideal. Kondisi ini memberikan keuntungan tersendiri yaitu mengurangi
emisi gas buang dan lebih hemat pemakaian bensin.
2.
Hemat bahan bakar
Campuran
udara dan bahan bakar di mesin injeksi yang selalu akurat, membuat penggunana
bahan bakar menjadi lebih efisien alias hemat.
3.Tarikan
lebih responsive
Pada
tipe karburator, antara pengabut bensin (spuyer) dengan silinder jaraknya agak
jauh. Selain itu, perbedaan bobot berat jenis antara bensin dan udara
mengakibatkan volume udara yang masuk tidak imbang dengan jumlah bensin yang
dihisap. Sehingga tarikan menjadi kurang responsif. Sedangkan motor injeksi
menempatkan pengabut bensin (injektor) dekat silinder. Saluran bensin yang
menuju injektor bertekanan antara 2,5 s/d 3,0 kg/cm2 lebih tinggi dari tekanan
intake manifold. Berhubung diameter mulut injektor sangat kecil, ketika sinyal
listrik dari ECU mengaktifkan injektor maka bensin yang menyembur berbentuk
kabut. Saat katup gas dibuka, udara dan bensin menghasilkan campuran yang
homogen serta perbandingan yang ideal. Dibantu mutu api yang bagus akan
menghasilkan pembakaran sempurna. Hasilnya tarikan lebih responsif sesuai
perubahan katup gas.
4.Mesin
mudah dihidupkan tanpa dipengaruhi perubahan kondisi cuaca
Pada
temperatur rendah (dingin), menghidupkan mesin berkarburator dibutuhkan
campuran lebih gemuk dengan menarik cuk. Cara manual ini tak lagi diperlukan
pada motor injeksi karena sudah dilengkapi sensor temperatur mesin serta sensor
temperatur udara masuk. Saat menghidupkan mesin (starting) dan kondisi dingin,
secara otomatis jumlah semprotan bensin ditambah. Sehingga mesin mudah
dihidupkan dalam kondisi apapun dan tidak terpengaruh kondisi cuaca.
5.Perawatan
mudah
Jika
karbu ketika dibersihkan harus dibongkar sehingga membutuhkan waktu lama, belum
lagi resiko karena sering dibongkar sehingga beberapa komponen jadi rentan
aus,terutama skep pelampung. sedang untuk tipe motor yang menggunakan injeksi
rentan waktu perawatan lebih lama, cukup 10-15 ribu kilometer sekali, itu pun
cukup di semprotkan injector cleaner. bahkan jika kualitas bengsin yang
digunakan bagus, sebenarnya injeksi tidak perlu diapa-apakan lagi. karena
selain steril, juga telah dibackup dengan filter halus sebelum masuk ke
injector biar lebih aman.
6.Ramah
lingkungan
Di
knalpot motor injeksi biasanya di lengkapi catalytics converter (CC), sistem
ini akan merubah zat zat hasil pembakaran yang berbahaya menjadi zat yang lebih
ramah ligkungan atau dengan menggunakan sistem sensor O2.
3.
Kekurangan Electronic Fuel Injection
1. Perawatan Harus di Bengkel Khusus
Karena
motor injeksi tidak bisa di utak atik secara sembarangan, maka perawatan atau
perbaikan harus di lakukan pada bengkel resmi.
2.
Modifikasi lebih mahal
Bagi
anda yang suka modifikasi motor, anda harus mengeluarkan dana lebih jika ingin
memodifikasi motor injeksi.
3.
Harga sparepart lebih mahal
Sparepart
atau sukucadang motor injeksi terbilang cukup mahal. Motor injeksi juga butuh
alternator atau pembangkit listrik lebih besar.
4.
Lebih sensitif soal kelistrikan
Kerusakan
kecil pada kelistrikan dapat mengakibatkan motor mati.
5.
Sensitif terhadap kualitas bahan bakar
Karena
mulut injektor sangat kecil sehingga sangat sensitif terhadap kualitas bahan
bakar. Oleh karena itu disarankan menggunakan pertamax sebagai bahan bakar
motor injeksi. Selain itu, kerja catalytics converter juga di pengaruhi kadar
timbal dalam bahan bakar.
4.
Cara Merawat Electronic Fuel Injection yang Baik dan Benar
• Check selang bahan bakar
Injektor
berfungsi menyemprotkan kabut bahan bakar dengan tekanan tinggi ke mesin yang
takaran dan waktunya diatur oleh peranti Electronic Control Unit (ECU). Selain
berperan penting dalam menentukan proses pembakaran di ruang bakar mesin,
peranti ini juga sangat menentukan boros tidaknya konsumsi bahan bakar sebuah
motor.
Namun,
ketepatan sistem kerja itu juga tergantung komponen lain, termasuk selang dan
pompa bahan bakar. Bila selang kotor atau bocor, maka kerja injektor tidak akan
maksimal. Oleh karena itu, selang wajib diperiksa setelah motor menempuh jarak
2.000 kilometer.
• Check pompa bahan bakar
Bila
sepeda motor telah lebih dari 50 ribu kilometer atau kelipatannya, maka
sebaiknya dilakukan pemeriksaan pompa bahan bakar. Mendeteksi gejala masalah di
peranti ini cukup mudah.
Caranya,
hidupkan mesin motor di tempat yang tidak bising, kemudian dengarkan di bagian
tangki apakah ada suara mendenging atau mendesing. Bila hal itu terjadi, maka
Anda harus membersihkannya dan sekaligus menguras tangki bahan bakar. Melalui
cara itu, Anda akan mendapatkan hasil yang lebih maksimal.
• Check posisi klep injector
Meski
waktu dan tekanan ke klep diatur oleh ECU yang telah diprogram oleh pabrikan.
Namun, tak jarang posisi klep mengalami perubahan karena berbagai penyebab.
Oleh karena itu, agar kerja injektor benar-benar tepat, maka pastikan klep
berada posisi yang tepat.
Artinya,
tidak terlalu renggang dan juga tidak terlampau rapat. Bila terlalu renggang
maka asupan bahan bakar ke peranti itu berlebih dan sebaliknya bila terlalu
rapat. Akibatnya, semprotan kabut bahan bakar ke ruang bakar juga tidak ideal
seperti takaran dari pabrik. Walhasil, proses pembakaran tidak sempurna dan
tenaga mesin loyo atau motor boros bahan bakar.
• Check busi dan filter udara
Busi
merupakan pemantik api yang dibutuhkan saat proses pembakaran di ruang bakar.
Ketepatan pantikan api dari busi dengan semburan bahan bakar yang bercampur
udara di ruang bakar sangat menentukan sempurna tidaknya proses pembakaran.
Proses pembakaran yang tidak sempurna selain menjadikan bahan bakar mubazir,
tenaga dari mesin pun loyo.
Oleh
karena itu bersihkan busi, atur ulang tingkat kerenggangan sumbu dan kutub
busi. Begitu pun dengan filter udara. Bila kotor segera bersihkan, sedangkan
bila sel-sel kertas telah sangat kotor atau rusak lebih baik segera
menggantinya.
Pasalnya,
filter yang rusak atau kotor menjadikan hembusan udara ke ruang bakar juga
terhambat. Padahal, kesempurnaan proses pembakaran di ruang bakar mesin sangat
ditentukan oleh komposisi yang ideal antara udara dan bahan bakar
• Check ECU
ECU
merupakan otak yang mengatur keseluruhan unit injektor, baik takaran bahan
bakar yang disemprotkan maupun buka tutup klep injektor. Sehingga, bila peranti
ini terganggu maka kerja injektor juga tidak akan berjalan sebagaimana
mestinya.
Satu
di antaranya, semburan bahan bakar yang tidak sesuai dengan takaran. Akibatnya,
stasioner mesin juga tidak stabil. Bila tingkat kerusakan di ECU telah parah,
maka kendaraan tidak akan bisa dijalankan alias mogok. Ada beberapa penyebab
kerusakan ECU, di antaranya adalah gangguan kelistrikan karena over supply,
voltase sumber kelistrikan rendah, korsleting akibat terkena air dan lain-lain.
Oleh
karena itu, sangat dianjurkan untuk secara rutin memeriksa kabel kelistrikan.
Bila Anda melakukan modifikasi yang memerlukan tambahan asupan tenaga listrik,
sebaiknya dipikir ulang efeknya ke sistem kelistrikan. Pastikan keberadaan
aksesoris tambahan itu tidak berpengaruh ke sistem kelistrikan dan mengganggu
ECU
• Gunakan bahan bakar yang berkualitas
Kualitas
bahan bakar sangat berpengaruh terhadap mesin injeksi. Oleh karena itu
sebaiknya anda gunakan bahan bakar berkualitas yang oktannya sesuai dengan
standar pabrik pembuatnya.
Pemakaian
bahan bakar berkualitas buruk serta oktan booster dengan spesifikasi yang tidak
sesuai dapat menyebabkan tersumbatnya lubang injektor. Sehingga berakibat spray
quality atau kemampuan menyemprot kabut gas pada injektor jadi kurang sempurna.
• Perhatikan kondisi aki
Motor
injeksi memanfaatkan kontrol elektrik sebagai penghidup mesin, penyuplai bahan
bakar ke dalam mesin. Maka jelas sekali injeksi memiliki konsumsi listrik,
dalam hal ini adalah Aki.
Oleh
karena itu perhatikan kondisi aki secara rutin, segera ganti aki motor injeksi
anda jika sudah tidak menghasilkan arus listrik yang maksimal. Jangan tunggu
sampai aki benar benar soak.
• Check kondisi injector
Dalam
membersihkan komponen injector anda sebaiknya jangan asal semprot dengan cairan
pembersih injector. Hal ini bisa mengakibatkan kinerja injektor menjadi kurang
sempurna. Biasanya untuk meningkatkan performa mesin motor injeksi, pemiliknya
kerap melepas filter udara standar atau menggantinya dengan produk aftermarket.
Akibatnya, udara kotor masuk ke dalam throttle body (TB), lalu menempel di
dinding-dindingnya. Debu dan kotoran tersebut lama-lama akan mengerak.
Berikut
hal yang harus anda perhatian ketika membersihkan injector:
· Cairan pembersih injektor dan TB
tidak boleh mengandung kadar solven terlampau tinggi.
· Saat membersihkan TB, disarankan
menggunakan sarung tangan karet untuk menghindari gaya elektro statik yang
dapat mempengaruhi sensor-sensor.
· Dibutuhkan alat khusus (regulator)
yang dapat diatur tekanannya saat menyuntik cairan pembersih injektor.
· Servis Injektor dan TB tiap 10.000km
• Ikut memeriksa bagian saat servis
Motor
injeksi memang dirancang agar perawatnnya lebih mudah, namun disisi lain butuh
ketilitian pada saat pengecheckan per bagian. Oleh karena ketika melakukan
service, anda sebaiknya ikut memeriksa motor anda ketika disservice, sebab ada
kalanya mekanik melakukan kecerobohan.
• Lakukan service berkala
Lakukan
service rutin setiap 3000 km. Berikut biaya perawatan motor injeksi untuk satu
tahun
• Tidak memodifikasi lampu
Lampu
yang dimodifikasi tidak sesuai bawaan pabrik akan membuat kerja ECU bingung dalam
pembagian kelistrikan. Gunakan lampu yang sesuai watt dan voltase. Hindari
menambah aksesori lampu pada motor. Karena sistem ECU akan tidak stabil
memerintahkan tegangan dan perpengaruh terhadap kelangsungan ECU
• Panaskan mesin sebelum digunakan
Hal
yang harus selalu dilakukan yakni, sebelum Anda pergi menggunakan motor
injeksi, ada baiknya Anda memanaskan mesinnya terlebih dulu dengan cara
menghidupkan mesin 1 sampai 5 menit.
• Kurangi akselarasi cepat
Saat
mengendarai motor injeksi, ada baiknya Anda tidak menggebernya terlalu cepat
atau melajukan dengan cara melepas selongsongan gas dengan cepat atau lambat.
Ini biasanya akan memperpendek usia mesin motor injeksi Anda.
• Selalu check tangki bensin
Hal
terakhir yang tidak kalah pentingnya yakni, Anda harus selalu mengecek tangki
bensin. Pastikan tangki bensin tidak pernah kosong, karena motor injeksi
dianjurkan agar tidak mengisi bensin daam keadaan





Komentar
Posting Komentar